Prosedur dan Cara Jual Beli Tanah Warisan | Tanah Murah Jogja. Prosedur Jual Beli Tanah, Mengurus Sertifikat Tanah, Harga Jual Tanah Jogja

Slider Background

Prosedur dan Cara Jual Beli Tanah Warisan

Tuesday, 1 August 2017

Prosedur dan Cara Jual Beli Tanah Warisan

Cara jual beli tanah warisan perlu diketahui oleh masyarakat, terutama oleh para ahli waris yang ditinggali harta atau aset oleh orang tuanya dalam bentuk tanah. Semua ini harus dipahami baik-baik agar proses jual beli tanah waris berjalan dengan baik tanpa ada sengketa kepemilikan yang akan mengganggu, baik calon pembeli atau pemilik tanah warisan tersebut.
Cara Jual Beli Tanah Warisan yang Benar
Sebenarnya tata cara jual beli tanah warisan merupakan hal baru dan cukup mudah dilakukan. Proses jual beli tanah warisan pun bisa dilakukan dengan proses jual beli tanah biasa. Yang menjadikan jual beli tanah warisan berbeda adalah dari pihak yang menjualnya. Jika tanah biasa dijual oleh pemilik hak atas tanah, tanah warisan dijual oleh ahli waris dari pemilik hak atas tanah. Selebihnya, tata caranya tidak jauh berbeda dengan jual beli tanah biasa.
Dalam hal ini, ahli waris yang sah harus membuktikan statusnya dengan adanya SKW atau Surat Keterangan Waris. Untuk warga negara Indonesia asli, surat keterangan tersebut dibuat oleh lurah dan disahkan oleh camat setempat dengan adanya dua saksi. Sedangkan untuk WNI keturunan Eropa dan Cina, surat keterangan ini dibuat dengan akta notaris. Berbeda lagi dengan WNI keturunan Timur Asing (biasanya keturunan Arab, India, dan sebagainya). SKW akan dibuat oleh Balai Harta Peninggalan.
Namun dalam beberapa kasus, ada jenis surat pernyataan ahli waris menjual tanah yang dibuat berdasarkan pengadilan. Hal ini disebut sebagai fatwa waris. Prosedur ini dilakukan biasanya untuk kondisi dimana ahli waris ada banyak dan tingkatan hubungan dalam kekeluargaannya sudah relatif jauh. Tujuan SKW jenis ini adalah untuk menghindari sengketa atas hak waris.
Jika Ahli Waris Tinggal di Lokasi yang Jauh
Cara jual beli tanah warisan juga tetap bisa dilakukan oleh ahli waris walaupun dia tinggal di lokasi yang jauh dari lokasi tanah tersebut. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan surat kuasa yang sah dan legal kepada ahli waris yang lain atau orang yang dipercayanya. Akta kuasa tersebut ditandatangani di hadapan notaris di tempat dimana ahli waris berada. Sedangkan untuk pembuatan AJB atau Akta Jual Beli di PPAT, ahli waris tidak harus hadir. Asalkan akta kuasa tersebut sah dan dilampirkan.

Jika Sertifikat atas Nama Suami, Namun yang Meninggal Istri
Jika sertifikat atas nama suami, namun istri yang meninggal, maka tanah tersebut tidak perlu dipindah hak kepemilikannya kepada seluruh ahli waris. Namun jika suami tetap ingin membalik nama tanah tersebut atas nama seluruh ahli warisnya, hal itu juga bisa dilakukan. Biasanya balik nama dengan cara ini mewajibkan pemilik hak atas tanah mengajukan permohonan dan pernyataan berapa besaran tanah yang akan diterima oleh masing-masing ahli warisnya.
Dan jika suatu hari nanti tanah tersebut akan dijual, maka syarat jual beli tanah warisan adalah adanya persetujuan dari seluruh ahli waris yang namanya tercantum dalam sertifikat tanah tersebut. Jika ada salah satu ahli waris yang tidak setuju, maka kemungkinan jual beli tanah tidak bisa dilakukan.
Pajak-pajak Jual Beli Tanah Warisan
Dalam jual beli tanah warisan, juga ada pajak-pajak yang harus dilunasi, karena hal itu merupakan salah satu cara jual beli tanah warisan secara sah. Jika pajak tidak dilunasi maka jual beli tidak akan sah. Adapun jenis pajak yang dimaksud adalah:
1.      BPHTB waris
Walau ahli waris dalam hal ini berperan sebagai penjual, namun statusnya yang mendapatkan tanah waris dianggap sebagai perolehan hak atas tanah. Maka, ahli waris tetap dikenakan BPHTB. Perhitungannya adalah (5% (NJOP – NJOPTKP)) x 50%.
2.      PPh
PPh atau pajak penghasilan akan dikenakan kepada ahli waris, karena dalam hal ini ahli waris tergolong mendapatkan penghasilan dari penjualan tanah. PPh dihitung dengan nilai 5% dari NJOP atau 5% dari harga jual tanah.
3.      BPHTB Pembeli
Pembeli wajib membayarkan pajak berupa BPHTB pembeli dengan perhitungan 5% dari (NJOP – NJOPTKP)
Selain ketiga jenis pajak tersebut, ada lagi biaya yang harus dibayar bersama-sama oleh penjual maupun pembeli tanah, yaitu biaya pembuatan AJB atau Akta Jual Beli. Atau bisa juga AJB dibebankan oleh salah satu pihak saja, asalkan sudah ada kesepakatan sebelumnya.

Jika Seluruh Ahli Waris Sepakat untuk Memberikan Hak pada Salah Satu Ahli Waris
Dalam beberapa kasus, mungkin ada hak waris yang ingin diberikan oleh satu ahli waris saja untuk memudahkan proses jual beli di kemudian hari. Hal ini bisa saja dilakukan, namun harus dilakukan balik nama tanah kepada seluruh ahli waris. Baru dari sana akan dibuat APHB atau Akta Pembagian Hak Bersama.

Demikianlah cara jual beli tanah warisan dan prosedurnya. Semoga bisa memberikan manfaat.
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment