Pelajari Cara Mengurus Sertifikat Tanah Warisan Dengan Benar | Tanah Murah Jogja. Prosedur Jual Beli Tanah, Mengurus Sertifikat Tanah, Harga Jual Tanah Jogja

Slider Background

Pelajari Cara Mengurus Sertifikat Tanah Warisan Dengan Benar

Tuesday, 1 August 2017

Pelajari Cara Mengurus Sertifikat Tanah Warisan Dengan Benar

Cara mengurus sertifikat tanah warisan sebenarnya mirip dengan proses pengurusan sertifikat tanah biasa, namun memang ada beberapa perbedaan mendasar yang perlu diketahui. Apalagi untuk ahli waris yang orang tuanya belum secara resmi membuat sertifikat balik nama yang sah. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan di bawah ini.
Bagaimana Cara Mengurus Sertifikat Tanah Warisan?
Tanah waris merupakan salah satu jenis tanah milik orang tua yang diwariskan kepada anak-anaknya setelah orang tua tersebut meninggal. Tanah waris sah hukumnya untuk dimiliki. Apalagi jika sebelumnya orang tua ahli waris memang merupakan pemilik yang sah dan namanya tercantum dalam sertifikat yang lama. Karena orang tua sudah meninggal, maka penting kiranya untuk mengurus sertifikat tanah yang baru agar jika suatu saat nanti tanah tersebut akan dijual, prosedur yang dijalankan tidak lagi rumit.
Banyak orang yang belum benar-benar mengetahui tentang cara mengurus sertifikat tanah hibah atau juga warisan, sehingga banyak yang kerepotan dan menganggap bahwa proses sertifikasi tanah waris ini rumit. Padahal jika mengetahui tata cara yang benar, semua proses akan bisa dilakukan dnegan mudah. Untuk itu simak beberapa tahapan berikut ini.
1.      Membuat SKW
Apakah SKW itu? SKW atay Surat Keterangan Waris merupakan salah satu dokumen yang diperlukan sebagai bukti bahwa tanah tersebut memang merupakan tanah warisan yang diwariskan kepada ahli warisnya. Ahli waris yang akan membalik nama tanah warisan, melakukan pemecahan sertifikat tanah warisan, atau bahkan akan menjual tanah warisan dari orang tuanya wajib memiliki SKW ini.
Untuk penjual tanah warisan yang akan menjual tanahnya namun sertifikat tanah tersebut masih atas orang tuanya, ada baiknya penjual mengurus dahulu sertifikat tanah yang sudah dibaliknamakan. Hal ini akan mempermudah transaksi jual beli yang akan dlakukan. Demikian pula jika tanah tersebut dimiliki oleh beberapa ahli waris. Ada baiknya tanah tersebut dipecah terlebih dahulu demi menghindari sengketa lahan yang bisa saja terjadi suatu hari nanti.
2.      Melengkapi semua dokumen persyaratan
Cara mengurus sertifikat tanah warisan tidak bisa lepas dari yang namanya persyaratan dan dokumen-dokumen penunjang yang wajib ada. Oleh karena itu, sebelum datang ke BPN atau Badan Pertanahan Nasional, ada baiknya mempersiapkan terlebih dahulu mengenai dokumen-dokumen yang perlu disiapkan. Beberapa dokumen yang wajib ada antara lain:
·         Formulir permohonan yang sudah ditandatangani di atas materai. Untuk formulir ini sendiri, ada beberapa dokumen yang harus ada, yaitu identitas diri berupa KTP, keterangan mengenai tanah yang akan dimohon yang meliputi luas, letak, dan penggunaan tanah saat ini. diperlukan juga dokumen surat pernyataan bukan tanah sengketa dan surat pernyataan tanah tidak dikuasai secara fisik.
·         Salinan identitas diri pemohon atau ahli waris yang berupa forokopi KTP dan Kartu Keluarga.
·         Surat kuasa jika proses pengurusan dikuasakan kepada pihak lainnya.
·         Sertifikat tanah asli atas nama orang tua.
·         SKW yang tadi sudah diurus di kelurahan atau desa setempat.
·         Akta Wasia Notariel.
·         Salinan SPPT PBB tahun yang sedang berjalan yang sudah diperiksa oleh petugas yang ada.
·         Bukti SSB (BPHTB)
·         Bukti SSP/PPh

3.      Mempersiapkan semua biaya pengurusan
Salah satu syarat permohonan pembuatan sertifikat tanah adalah adanya beberapa biaya yang perlu dilunasi. Proses pengurusan sertifikat tanah warisan ini membutuhkan pembayaran dalam beberapa jenis biaya, salah satunya adlaah biaya pengurusan. Biaya pengurusan ini tentunya berbeda-beda antara daerah yang satu dengan yang lain, tergantung nilai NJOP kawasan itu sendiri. Kisaran biaya yang perlu dibayar untuk mengurusnya adalah kurang lebih 50.000.
Misalnya di kawasan Jagakarsa yang nilai NJOP-nya adalah Rp 2.925.000, maka biaya pengurusan yang harus dibayarkan adalah sebesar Rp 52.925. Sedangkan untuk kawasan yang nilai NJOP-nya lebih tinggi (misalnya Rp 3.500.000), maka nilai yang harus dibayarkan adalah sebesar Rp 53.500. Untuk wilayah lain yang NJOP-nya lebih rendah, tentu saja biaya yang harus dibayarkan akan lebih murah lagi.
Namun, sebelum itu ada juga biaya BPTHB dan PPh yang perlu dibayarkan oleh pemohon, sesuai dengan syarat yang berlaku, yang pemenuhan pembayarannya harus dilunasi oleh ahli waris sebagai alah satu syarat dari langkah nomor 2 yang sudah dijelaskan di atas. Ahli waris perlu membayar kedua jenis pajak itu, karena secara hukum, ahli waris juga mendapatkan penghasilan dari adanya tanah waris itu sendiri.

Demikianlah beberapa tata cara mengurus sertifikat tanah warisan yang perlu diketahui dan dilakukan untuk mendapatkan sertifikat tanah waris yang sah dan legal secara hukum. Ingat selalu untuk mematuhi semua prosedur dengan baik agar proses yang dijalankan bisa berlangsung dengan mudah dan cepat. Semoga artikel ini bermanfaat untuk banyak pihak.
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment